Membangun Ekosistem Inovasi Era Industri 4.0

Membangun Ekosistem Inovasi Era Industri 4.0

Bagikan Tulisan Ini:

Menurut KBBI, Ekosistem merupakan keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi di dalam alam. Keanekaragaman tersebut saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh berbagai entitas di dalamnya. Definsi ekosistem ini dapat diterapkan di dalam dunia inovasi. Menurut Know-Hub, ekosistem inovasi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan berbagai keanekaragaman dari berbagai sumber daya dan phak-pihak yang terlibat di dalam inovasi.  Pihak-pihak yang terlibat di dalam inovasi adalah pengusaha, investor, peneliti, fakultas universitas, pemodal ventura serta pengembangan bisnis dan penyedia layanan teknis lainnya seperti akuntan, desainer, produsen kontrak dan penyedia pelatihan keterampilan dan pengembangan professional. Ekosistem inovasi dibutuhkan untuk menerapkan industri 4.0 di Indonesia.

Selanjutnya, bagaimana cara untuk membangun ekosistem inovasi? Menurut innov8rs, terdapat lima prinsip untuk menciptakan ekosistem inovasi. Pertama adalah Innovation Thesis. Innovation Thesis artinya pihak yang ingin melakukan inovasi harus menetapkan pandangan tentang masa depan dan tujuan strategis dari inovasi. Thesis tersebut juga harus menetapkan “batasan-batasan” dari proyek-proyek inovasi yang akan atau tidak dipertimbangkan untuk menerima investasi. Kedua adalah, Portofolio Inovasi. Portofolio Inovasi artinya pihak yang ingin melakukan inovasi harus memiliki portofolio dari produk dan jasa yang ingin ciptakan. Portofolio tersebut harus mengandung produk yang mencakup spectrum inovasi: seperti inti, adjacent dan transformasional.

Prinsip ketiga untuk menciptakan ekosistem inovasi adalah adanya kerangka kerja dari inovasi. Untuk melaksanakan thesis dan mengatur portofolio yang berupa produk dan jasa, pihak yang ingin melakukan inovasi harus memiliki kerangka kerja untuk mengatur dari rencana sampai eksekusi inovasi. Beberapa kerangka berpikir inovasi adalah dapat menggunakan model Ash Maurya’s Running Lean framework dan model Steve Blank’s Investment Readiness.

Prinsip inovasi yang keempat adalah Innovation Accounting. Dengan adanya kerangka kerja dari inovasi, maka pihak yang ingin melakukan inovasi membutuhkan praktik investasi yang tepat dan mengukur keberhasilan dari inovasi.Keberhasilan dari inovasi dapat diukur melalui Key Performance Indicators (KPI). Prinsip untuk membangun inovasi yang terakhir adalah Innovation Practice. Adanya Innovation Practice adalah memastikan bahwa inovasi-inovasi yang dilakukan harus sesuai dengan innovation thesis dan innovation portfolio. Selanjutnya inovasi tersebut juga harus sesuai dengan kerangka kerja dari inovasi yang telah disepakati dan diukur dengan KPI yang dibuat di Innovation accounting. Lantas apa yang telah dilakukan Indonesia untuk menciptakan ekosistem inovasi?

Kementerian Perindustrian ingin membangun ekosistem inovasi sebagai salah satu langkah strategis untuk mengimplementasikan revolusi industri 4.0 di Indonesia. Implementasi dari berbagai teknologi industri 4.0 tentu sejalan dengan peta jalan dari Making Indonesia 4.0. Untuk membangun ekosistem inovasi, pemerintah, akademisi dan pelaku industri wajib untuk bersinergi dan membangun kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan pelaku industri juga dikenal dengan istiah Triple Helix .

Dikutip dari antaranews pada 6 September 2018, Kementerian Perindustrian mengadakan program “Making Indonesia 4.0 Startup”.  Program ini dalah salah satu upaya untuk membangun ekosistem inovasi 4.0 di Indonesia. Program ini diharapkan menjadi ajang sosialisasi industri 4.0 kepada masyarakat secara luas sehingga dapat menjembatani antara kebutuhan industri dengan inovasi anak bangsa.

Tidak hanya itu, Kemenristekdikti juga berperan dalam pengembangan ekosistem inovasi. Kemenristekdikti mencoba membangun model pembelajaran Hybrid/Blended Learning dan “One Professor Thousand Students”. Kemenristekdikti juga turut ingin mengembangkan mutu vokasi teknik sehingga pendidikan vokasi teknik berorientasi industri 4.0 dan mampu membangun kompetensi baru dan berkualifikasi professional.

Bagikan Tulisan Ini:

Penulis

Artikel Terkait:

Tinggalkan Komentar

Please Login to Comment