Memetakan Kondisi: Siapa yang Sudah Siap untuk Autonomous Vehicle?

Memetakan Kondisi: Siapa yang Sudah Siap untuk Autonomous Vehicle?

Bagikan Tulisan Ini:

Konvergensi teknologi mutakhir telah berkontribusi pada kemajuan teknologi yang ada. Bertahun-tahun yang lalu, mungkin tampak tidak mungkin, bahkan mustahil membayangkan mobil yang mengemudi sendiri mulai terealisasi. Saat ini, kendaraan otonom sebagai bagian dari industri otomotif menjadi salah satu inovasi di bawah revolusi industri keempat yang diakui. Kendaraan otonom berpotensi mendisrupsi industri transportasi saat ini dan bahkan masa depan mobilitas.

Seiring dengan munculnya kendaraan self-driving, perusahaan-perusahaan terkemuka diidentifikasi sebagai pemain di industri. Menurut CNB Insights, ada 46 perusahaan yang memegang bagian pasar dalam produksi kendaraan self-driving pada tahun 2018. Di antara para pemain ini, perusahaan kenamaan seperti Aptiv, Autoliv, Baidu, BMW, Ford, dan Tesla.

Dengan munculnya revolusi dalam industri otomotif, negara-negara dunia telah berusaha mengejar ketinggalan, termasuk Indonesia. Pada April 2018, Indonesia meluncurkan Making Indonesia 4.0 dan menamakan industri otomotif sebagai salah satu industri prioritas. Sebelum kita mengajukan pertanyaan nyata “apakah kita siap”, melihat kinerja dan kesiapan para pengguna awal industri otonom menjadi penting.

Pada 2017, KPMG International merilis laporan yang mengukur Indeks Kesiapan Kendaraan Mandiri di 20 negara. Mempertimbangkan empat aspek — kebijakan dan legislasi, teknologi dan inovasi, infrastruktur, dan penerimaan konsumen — Belanda, Singapura, dan Amerika Serikat dianggap sebagai yang paling siap, mencetak 27,73, 26,08, dan 24,75, masing-masing.

Figure 1. 10 Negara dengan Autonomous Vehicles Readiness Index Tertinggi

Sumber: KPMG, 2017

 

Meskipun memiliki skor keseluruhan tertinggi untuk Indeks, Belanda tidak memimpin dalam kebijakan dan aspek legislasi yang front-runnernya adalah Singapura dengan 8.49. Belanda memimpin dalam segi infrastruktur di mana skornya 7,89. Amerika Serikat menempati peringkat pertama dalam bagian teknologi dan inovasi. Sementara itu selain memimpin dalam kebijakan dan undang-undang, Singapura juga memiliki penerimaan konsumen tertinggi, mencetak 6,63 dari 10.

Penelitian yang dilakukan oleh Roland Berger (2017) di 9 negara mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memimpin dalam aspek hukum dan keahlian dalam kendaraan otomatis, bersama dengan Jerman. Sementara itu, Jerman memiliki ketersediaan terbaik dan perkembangan paling maju dari fungsi AV.

Dengan berbagai penelitian yang telah mencoba untuk memetakan perkembangan kendaraan otonom, Indonesia dapat menggunakan indikator serupa yang telah disebutkan untuk menentukan posisi saat ini. Ini penting karena Indonesia sendiri perlu mengkaji kapabilitasnya sebelum melangkah lebih jauh dalam menerapkan Making Indonesia 4.0, terutama di sektor otomotif.

Bagikan Tulisan Ini:

Penulis

Ratih Melati Eka Manjari

Senior Researcher

Artikel Terkait:

Tinggalkan Komentar

Please Login to Comment