Cyber-Physical System: Remote Control Era Revolusi Industri 4.0

Cyber-Physical System: Remote Control Era Revolusi Industri 4.0

Bagikan Tulisan Ini:

Cyber-physical system adalah salah satu aspek dalam cyber-system revolusi industri 4.0. Sistem ini memungkinkan terhubungnya alat yang berbentuk fisik dengan jaringan internet. Bahkan sistem ini pun memungkinkan adanya kontrol dan respons dari internet kepada mesin berbentuk fisik melalui actuator dan sensor. Actuator merupakan alat kendali yang dapat digunakan untuk mengontrol penggunaan sebuah alat dari jarak jauh (Refsdal, Solhaug, Stolen, 2015).

Cyber-physical system merujuk pada sistem yang berbentuk fisik, seperti produk yang natural dan alat yang dibuat manusia berbentuk fisik dan dioperasikan dari waktu ke waktu. Alat yang berbentuk fisik menjadi sebuah cyber-physical system karena adanya integrasi dari komputasi, komunikasi, dan kontrol terhadap proses fisik dan adanya feedback dari proses tersebut. 

Sistem ini sangat menarik karena menjadi dasar bagi pengembangan berbagai kemampuan dari sebuah produk. Mulai dari desain produk, pembuatan prototype, membuat diagnosis, monitoring, pro aktif dan predictive maintenance, melakukan tracking informasi, hingga membuat perencanaan dan inovasi. Hal tersebut membuat banyak industri melakukan investasi untuk mengembangkan cyber-physical system untuk industri nya.

Cyber-physical system dapat digunakan untuk membangun jaringan produksi, kendaraan yang menggunakan remote control, smart home, dan berbagai sistem yang digunakan dengan memanfaatkan jaringan internet, sensor, dan actuator. Cyber-Physical System mendapat perhatian dari berbagai industri. Maka dapat dikatakan bahwa berbagai kemampuan tersebut menjadi dasar yang dapat dikembangkan menjadi berbagai layanan cerdas, seperti smart energy, smart services, smart facilities, smart factory, dan lain-lain.

Gambar 1. Gambaran Cyber-Physical System

Gambar 1 menunjukkan bagaimana jaringan internet mampu menghubungkan controller, sensor, dan actuator. Terdapat hubungan timbal balik dari jaringan internet ke physical world, dalam hal ini adalah sensor dan actuator. Di jaringan internet terdapat berbagai data yang dapat diidentifikasi, diolah, dan klasifikasikan oleh sensor dan actuator. Selanjutnya melalui controller dapat diberikan perintah pengambilan data, pengolahan data, bahkan penggunaan berbagai data tersebut. Data dalam ini dapat berbagai macam sektor dan tujuannya, baik untuk industri, lembaga sosial, lembaga pemerintah, hingga untuk hiburan.

Dalam pengembangan cyber-physical system terdapat beberapa aspek yang perlu di perhatikan mulai dari pengembangan metode, teknologi, serta biaya yang efektif. Negara-negara yang selama ini memiliki industri manufaktur pasti ingin mengembangkan cyber-physical  system untuk meningkatkan produktivitasnya, termasuk Indonesia. Maka dalam prosesnya dibutuhkan perhatian dalam hal analisis, desain, memahami interaksi antara sistem kontrol dengan tenaga kerja, jaminan keamanan, stabilitas, dan performa, serta meminimalisir biaya yang akan dibayar oleh konsumen.

Selain itu, dalam konteks Indonesia juga masih dibutuhkan penelitian dan pengembangan terkait cyber-physical system. Menurut Baheti dan Gill (2011), walaupun cyber-physical system telah berkembang, tetap dibutuhkan penelitian terkait diversifikasi model dan komponen dari cyber-physical system yang tepat. Serta pendekatan yang ideal untuk melakukan perubahan dari penggunaan teknologi biasanya menjadi maksimalisasi cyber-physical system. Kajian yang juga penting untuk dilakukan yaitu mengembangkan alat yang dapat diandalkan dan dapat dikonfigurasi ulang dalam banyak aplikasi.

Bagikan Tulisan Ini:

Penulis

Nitia Agustini KA

Researcher

Artikel Terkait:

Tinggalkan Komentar

Please Login to Comment